Caracas ( igengaming.com ) – Serangan Amerika Serikat di Venezuela meninggalkan dampak mendalam bagi warga sipil. Sejumlah korban mengaku kehilangan tempat tinggal sekaligus tidak memiliki biaya untuk mengurus pemakaman anggota keluarga mereka, sebagaimana disampaikan kepada RIA Novosti.
Kantor berita Rusia tersebut melaporkan pada Senin bahwa sebuah keluarga yang tinggal di wilayah pinggiran Caracas kini harus menghadapi kenyataan pahit setelah serangan udara AS menghancurkan rumah dan mata pencaharian mereka. Serangan tersebut terjadi di negara bagian pesisir La Guaira, di utara ibu kota.
Akibat serangan itu, sebagian rumah keluarga tersebut rusak parah dan seorang perempuan lanjut usia berusia 80 tahun dilaporkan meninggal dunia. Kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas membuat situasi semakin sulit.
“Kami sekarang tidak punya tempat tinggal. Kami juga harus memakamkan bibi saya, tetapi tidak memiliki uang. Kami adalah keluarga miskin,” ujar seorang pria berusia 62 tahun yang menjadi anggota keluarga korban.
Kesaksian serupa disampaikan warga lain dari Catia La Mar, sebuah kota yang terletak tidak jauh dari Caracas. Ia mengungkapkan bahwa tetangganya yang sudah lanjut usia meninggal dunia akibat terkena serpihan roket saat serangan berlangsung.
Serangan tersebut juga menyebabkan hancurnya sebuah gedung apartemen yang dihuni oleh 17 keluarga. Warga setempat mengaku masih berjuang memulihkan diri dari trauma psikologis akibat serangan tersebut.
Pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Venezuela. Dalam operasi itu, Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan dibawa ke New York.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam narko-terorisme. Ia juga menilai keduanya sebagai ancaman, termasuk bagi keamanan Amerika Serikat.
Menanggapi tindakan tersebut, pemerintah Venezuela meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sementara itu, Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai kepala negara sementara.
Di tingkat internasional, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan dukungan penuh kepada rakyat Venezuela. Rusia mendesak pembebasan Maduro dan istrinya serta menyerukan agar tidak terjadi eskalasi lebih lanjut.
Sikap serupa disampaikan oleh China yang meminta pembebasan segera pasangan Maduro. Beijing menegaskan bahwa langkah yang diambil Amerika Serikat dinilai melanggar prinsip hukum internasional.