INITOGEL — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan rencananya untuk mengajukan usulan strategis kepada Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli. Inti dari usulan tersebut adalah memperluas cakupan Program Magang Nasional agar tidak hanya menyasar lulusan sarjana dan diploma, tetapi juga dapat diakses oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Purbaya menekankan bahwa perhatian pemerintah terhadap penciptaan tenaga kerja yang kompeten haruslah inklusif, mencakup semua level pendidikan, termasuk lulusan vokasi menengah.
“Saya akan coba usulkan kepada Menaker untuk mempertimbangkan kuota bagi lulusan SMK. Memang sudah ada program vokasi yang signifikan dari Pak Presiden, namun menurut saya, lulusan SMK juga perlu mendapat perhatian serius,” ujar Purbaya, Kamis (27/11/2025).
Tantangan dan Harapan di Tengah Kondisi Ekonomi
Lebih lanjut, Purbaya mengakui bahwa langkah ini tidak lepas dari tantangan. Menciptakan lapangan kerja baru bagi lulusan SMK di tengah kondisi ekonomi yang sedang mengalami perlambatan bukanlah hal yang mudah.
Namun, ia tetap optimis melihat ke depan. Menurutnya, situasi ini dapat berubah seiring dengan menguatnya kembali pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita menciptakan lapangan kerja bagi lulusan SMK. Dalam kondisi ekonomi seperti sekarang memang tantangannya besar. Tapi, saya yakin ke depannya, dengan perbaikan ekonomi, lulusan SMK akan lebih mudah terserap ke dunia kerja dibandingkan kondisi saat ini,” tambahnya.
Fokus Pemerintah Saat Ini dan Respons Kebijakan
Data terbaru menunjukkan bahwa hingga Batch III yang akan dibuka pada pertengahan Desember, Program Magang Nasional masih berfokus pada lulusan baru tingkat sarjana dan diploma. Kementerian Ketenagakerjaan mencatat lonjakan partisipasi yang signifikan, dari sekitar 15.000 peserta di Batch I menjadi lebih dari 62.000 peserta yang lolos di Batch II.
Meski ada usulan dari Menkeu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam pernyataannya di Kantor Kemnaker, menegaskan bahwa untuk sementara ini fokus pemerintah masih pada lulusan sarjana dan diploma. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa usulan Purbaya akan menjadi bahan diskusi dan pertimbangan strategis lebih lanjut di internal pemerintah sebelum diimplementasikan.